Minggu, 15 Maret 2015

Brand Strategies Part 2


Entry kali ini gue akan melanjutkan tentang brand strategy yang udah sebagian gue bahas pada entry sebelumnya, kali ini gue akan bahas 5 brand strategy lainnya. Langsung aja gue bahas ya.

1. Multi Brand Strategy
Strategi ini biasanya dipakai oleh perusahaan yang sudah kuat dan berada pada pasar yang jenuh. Jadi jika menggunakan strategi ini perusahaan akan meluncurkan produk yang biasanya memiliki spesifikasi dan target pasar yang sama tetapi menggunakan merk yang lain. Tujuannya adalah mengambil target pasar sebanyak-banyaknya. Biasanya jika menggunakan strategi ini akan terjadi kanibalisasi antar merk. Contohnya Volkswagen mengeluarkan beberapa merk kelas premium yaitu Audi, Bentley, Bugatti dan Lamborghini.



2. Private Labels
Strategi ini biasanya dilakukan oleh pihak retailer. Biasanya brand yang namanya tidak begitu kuat lebih baik berkerja sama dengan pihak retailer untuk membuat merk atas nama pihak retailer untuk produknya. Contohnya adalah tissue yang dijual atas merk dagang Carrefour biasanya diproduksi oleh perusahaan lain.
3. Individual/Organizational Branding
Strategi ini menggunakan orang/organisasi sebagai merk. Untuk individual branding, biasanya perusahaan menggunakan nama dan jenjang karir orang tersebut sebagai strategi branding. Contohnya adalah Fred Perry(Atlet Tennis).




4. CrowdSouring Branding
Strategi ini adalah kebalikan dari metode tradisional. Crowdsourcing menggunakan opini konsumen untuk membangun sebuah brand. Kelebihan dari strategi ini adalah meminimalisir adanya brand failure. Contoh perusahaan yang menggunakan strategi ini adalah Budweiser. Perusahaan ini membuat event yang dinamakan "Project 12" dimana konsumen dapat memilih varian beer baru dan nama beer tersebut.



5. Nation Branding
Strategi ini bertujuan untuk mengukur, membangun, dan manage reputasi dari sebuah negara. Untuk Indonesia sendiri masih sedikit sekali yang menggunakan strategi ini. Contoh produk yang menggunakan strategi ini adalah produk Damn I Love Indonesia ciptaan VJ Daniel.


Sekian corat-coret gue kali ini tentang Branding Strategies. Cheers!

Sabtu, 14 Maret 2015

Branding Strategies Part 1

Beberapa minggu lalu, dosen gue Rex digantikan oleh temennya yang bernama Danis, dikelas Danis pun beberapa kali menyinggung tentang Brand Strategy dan Brand Management, karena tertarik, gue pun coba mencari-cari informasi tambahan tentang Brand Strategy. Setelah melakukan beberapa pencarian singkat di google, gue menemukan ada beberapa Brand Strategy yang biasa digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar. Jadi dalam entry kali ini, gue akan membahas tentang jenis-jenis Brand Strategy.

1. Individual Branding
Karena adanya segmen market yang berbeda, ada strategi branding yang dilakukan untuk meraup beberapa segmen market sekaligus dengan produk yang masih sejenis. Contohnya, PT Santos Jaya Abadi memiliki 2 brand kopi dengan ampas yaitu Kapal Api dan Fresco. Inilah yang dinamakan dengan individual branding. Sebuah perusahaan mengeluarkan 2 produk dengan merk masing-masing untuk segmen pasar yang berbeda. Selain itu ada contoh juga dari Toyota yang mengeluarkan brand Lexus untuk kalangan menengah keatas.









 2.Attitude Branding
Yang dimaksud dengan attitude branding adalah branding yang dilakukan agar produk dapat memproyeksikan self expression dari konsumen tetapi produk tersebut belum tentu ada hubungannya dengan ekspresi itu sendiri. Contohnya adalah Body Shop, perusahaan ini membantu memproyeksikan ekspresi natural dan keingan konsumen untuk "go green" tetapi produk yang dijualnya (parfum, sabun, pewangi, dll) tidak ada hubungan langsung dengan konsep go green/natural tersebut.



3. "No Brand" Branding
No brand branding adalah suatu strategy yang dilakukan dengan cara membuat packaging yang memiliki kesederhanaan generic brand. Contoh yang dapat diambil adalah taksi Yellow Cab, pada awalnya taksi ini tidak memiliki brand dan hanya mengandalkan warna dari armada taksinya sebagai tanda pengenal yaitu warna kuning, hence "Yellow Cab".



4. Derived Brands
Strategy ini biasanya dilakukan oleh supplier komponen-komponen/produk yang biasanya tidak terlihat dari luar. Salah satu perusahaan yang menggunakan strategy ini adalah Intel, dengan menggunakan sticker "Intel Inside", maka Intel dapat memposisikan diri sebagai supplier dan melakukan promosi secara tidak langsung.



5. Brand Extension
Strategy ini biasanya dilakukan oleh brand yang telah memiliki kekuatan yang besar di market sehingga dapat membuat lini produk yang baru baik yang berhubungan atau tidak. Contoh perusahaan yang menggunakan strategy ini adalah Zippo. Selain memproduksi korek api, Zippo memproduksi parfum untuk wanita. Tetapi salah satu kerugian dari strategy ini adalah adanya kemungkinan terjadi Brand Dilution, yaitu kehilangan brand association di market segment.



Sampai sini dulu corat-coret gue kali ini tentang Branding Strategy, entry berikutnya akan gue lanjutkan bahasan tentang Brand Strategy

Minggu, 01 Maret 2015


Types of Brand Name

 


Pada blog yang sebelumnya, gue udah pernah membahas sebagian kecil dari brand names dan menjelaskan jenis-jenis brand name yang sering digunakan. Sekarang gue akan coba breakdown jenis-jenis brand name lainnya. Gue akan bahas 10 jenis brand name dan gue juga akan memberikan contohnya untuk masing-masing jenis.

1. Acronym
Nama yang dibuat dari inisial beberapa kata. Contohnya, IBM(International Business Machine) dan KFC(Kentucky Fried Chicken)




2. Amalgam
Gabungan dari beberapa kata dan membentuk kata baru. Contohnya, Nabisco(National Biscuit Company)





3. Alliteration and Rhymes
Menggunakan gabugan kata yang mungkin tidak berhubungan tapi enak untuk diucapkan dan berima. Contohnya 7Eleven dan TicTac.


 



4. Descriptive
Nama yang digunakan merupakan penjelasan dari produk/service ataupun benefit yang ditawarkan. Contohnya, Toy R Us dan Sports Illustrated.


 


5. Clever Statement
Nama yang digunakan biasanya terbentuk dari kalimat/phrase. Contohnya, I Can't Believe It's Not Butter


6. Founder's Name
Nama yang digunakan berasal dari nama founder bisnis tersebut. Contohnya, Wendy's dan Bacardi 




7. Geography
Nama yang digunakan memiliki asosiasi dengan nama daerah/tempat. Contohnya, FujiFilm yang memiliki asosiasi dengan Gunung Fuji yang terletak di Jepang.



8. Mimetics
Nama yang digunakan menggunakan alternatif spelling tetapi terdengar sama ketika diucapkan secara verbal. Contohnya, Krispy Kreme(Crispy Cream) dan 2(x)ist(To Exist).


 
9. Neologism
 Nama yang digunakan berdasarkan nama buatan yang tidak memiliki arti. Contohnya, Kodak dan Wii


10. Portmanteau
  Nama yang digunakan berasal dari gabungan 2 kata yang membentuk sebuah kata baru. Contohnya, verizon(vertical and horizontal) dan pinterest(pin and interest)

Sekian dulu corat-coret gue tentang brand names, Cheers!




Brand Elements Part 2

Meneruskan entry gue sebelumnya, adanbeberapa lagi brand elements yang penting dan akan gue bahas pada entry kali ini, memang brand elements yang akan gue bahas kali ini memang terkesan unik dan jarang ditemui karena hanya beberapa brand saja yang memiliki brand elements yang akan gue sebutkan.

1. Jingle
Beberapa brand memiliki jingle/sound yang unik sehingga lebih gampang dikenali oleh potential customer. Contohnya adalah Sosis So Nice yang jingle nya sudah familiar.

2. Bentuk
Untuk beberapa kasus, bentuk merupakan brand elements yang terkandung pada sebuah produknya, cotoh yang paling sering ditemui adalah Coca-Cola dan Yakult. Botol kemasan yang digunakan oleh perusahaan tersebut merupakan brand elements dari perusahaan tersebut.


3. Rasa
Rasa sebuah produk yang sudah familiar dan unik juga dapat menjadi brand elements dari sebuah brand. Contohnya adalah rasa dari Pocari Sweat.
4. Scent
Scent suatu produk juga dapat dijadikan menjadi brand elements ketika scent tersebut mempunyai asosiasi yang tinggi dengan produk dari suatu brand. Contohnya adalah Roti Boy. Scent yang dimiliki Roti Boy khas sehingga jika orang mencium scent tersebut orang ingat Roti Boy.





Sekian dulu corat-coret gue kali ini, Cheers!

Brand Elements Part 1

 


Pernah kepikiran ga sih kenapa suatu perusahaan berani mengeluarkan biaya besar untuk membuat sebuah brand? Dari pembuatan logo hingga pembuatan jingle. Perusahaan berani mengeluarkan biaya yang besar karena brand element sangat berpengaruh terhadap kesuksesan suatu brand. Sebelum membuat brand, ada beberapa brand elemen yang harus diperhatikan agar nantinya brand dapat berkembang dengan baik.

1. Brand Names
Pemilihan nama sebuah brand tentu berpengaruh terhadap kesuksesan suatu brand.Ada penamaan sebuah brand yang biasa dilakukan.
a. The Blank Slate: Penamaan brand tidak ada hubungan dengan produk/jasa yang dijual(abstract). Contohnya Windows
b. Direct Approach: Penamaan brand sesuai/berhubungan dengan produk yang dijual. Contohnya Burger King
c. Coining a Name: Penamaan brand berdasarkan kata baru yang sebelumnya tidak ada. Contohnya Lazada/OLX

2. Logo
Untuk logo, ada beberapa yang perlu diperhatikan:
a. Simple
b. Memorable
c. Timeless
d. Versatile
e. Appropriate
Ada juga beberapa jenis logo yang dapat digunakan:

Combinationmark
Logotype/Workmark









Icon/Symbol












3. Colors
Seperti yang sudah pernah gue bahas pada entry sebelumnya, warna memiliki peran untuk menarik niat customer dari sisi psikologi.

4. Taglines
Slogan/taglines dapat membantu perusahaan untuk mengkomunikasian Unique selling proposition mereka. Contohnya AirAsia, Now Everyone Can Fly karena unique selling propositionnya adalah maskapai penerbangan murah.



Sekian dulu corat-coret gue kali ini, pada entry selanjutnya gue akan melanjutkan bahas tentang brand elements.

Minggu, 22 Februari 2015

Brand Ambassador

 

Pernah liat ga iklan suatu produk yang dibintangi oleh artis yang sama berulang-ulang? Contohnya iklan Honda yang dibintangi oleh Agnes Monica dan VJ Daniel. Mereka adalah contoh brand ambassador dari Honda. Kenapa sih Honda memilih Agnes Monica dan VJ Daniel? Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih brand ambassador.

  • Knowledgeable. Sebaiknya brand ambassador yang akan dipilih memiliki pengehtahuan tentang brand perusahaan kita.
  • Innovative. Brand ambassador seharusnya memiliki ide yang inovatif untuk mengenalkan produk kita kepada calon konsumen.
  • Good speaker. Tentu saja brand ambassador harus memiliki kemampuan berbicara yang baik agar kegiatan promosi dapat dilakukan dengan baik.
  • Credible. Sebaiknya brand ambassador memiliki kredibilitas di bidang yang sama sehingga konsumen lebih percaya kepada promosi yang kita lakukan.
  • Good on building relation. Jika seorang konsumen menjadi fans seorang artis, maka ada kemungkinan bahwa fans tersebut ingin mengkonsumsi produk yang menggunakan artis sebagai brand ambassadornya.

Brand Engagement


Tahu kan produk minuman yang bernama Pocaro Sweat, Pocari Sweat yang diciptakan sekitar 40 tahun lalu oleh Otsuka researcher. Pada awalnya Pocari sweat tidak diminati bahkan tidak laku dipasaran. Lalu apa yang dilakukan oleh Pocari Sweat? Mereka melakukan brand engagement agar pdoduk mereka dapat berkembang. Agar brand engagement dapat dilakukan dengan sukses, maka ada hal-hal yang harus diperhatikan.

  • Persepsi. Kita harus menarik perhatian calon konsumen hingga konsumen ingat brand kita. Karena Pocari Sweat adalah minuman pengganti ion, mereka banyak melakukan promosi di tempat-tempat dimana orang biasanya berkeringat dan terus mengedukasi calon konsumen tentang khasiat Pocari Sweat.
  • Komunikasi. Selain merubah persepsi calon konsumen, kita juga harus mengkomunikasikan brand kita. Selain persepsi Pocari Sweat juga mengkomunikasin produknya kepada calon konsumen melalui promosi-promosi.
  • Experience. Memotivasi konsumen ikut merasakan brand experience. Pocari Sweat membagikan 30juta botol free sample kepada calon konsumennya agar konsumen mendapatkan experience.
  • Promise. Menguatkan janji-janji brand kepada konsumen. Agar Pocari Sweat men-deliver janji-janjinya kepada konsumen, mereka telah melakukan research panjang sebelum Pocari Sweat diluncurkan.
Karena Pocari Sweat telah melakukan brand engagement dengan baik, maka produknya pun berkembang dengan pesat dan mempunyai value yang besar dimata konsumen sehingga terbangun loyalitas yang tinggi. Sekian corat-coret gue kali ini, Cheers!